Rabu, 26 April 2023

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI GULA AREN DI DESA WONOSOBO, KECAMATAN NGADIROJO, KABUPATEN PACITAN

Pengembangan ekonomi lokal dapat dicapai dari berbagai sektor, salah satu sektor yang umum dijumpai di pedesaan adalah sektor pertanian. Industri gula aren merupakan perwujudan dari hasil produksi sektor pertanian. Industri gula aren selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama bagi para petani di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Keberadan agroindustri di daerah pedesaan berperan sebagai tambahan dalam membangun perekonomian masyarakat melalui pemanfatan sumber daya yang ada dengan menggunakan alat dan metode yang bersifat sederhana. Agroindustri cenderung ditemukan di daerah pedesaan yang berada dekat dengan bahan mentah yang merupakan hasil pertanian untuk kemudian menjadi bahan baku dari industri tersebut. Agroindustri pengolahan hasil dari tanaman aren merupakan salah satu agroindustri potensial untuk dikembangkan.


Gula aren memiliki potensi untuk menjadi komoditas substitusi gula pasir dalam negeri selain berperan untuk menekan ketergantungan terhadap impor gula. Produksi gula aren memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan, namun potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal. Tanaman aren di Indonesia sudah berlangsung lama pemanfaatannya, namun untuk menjadi komoditas agroindustri agak lama perkembangannya karena sebagian besar tanaman aren yang diusahakan merupakan tanaman yang tumbuh secara alami atau belum dibudidayakan.


Desa Wonosobo dan dua desa di sekitarnya yaitu Desa Wonokarto dan Desa Wonoasri merupakan salah satu daerah potensial dalam memproduksi olahan aren. Namun, para petani aren di Desa Wonosobo belum menjadikan tanaman aren sebagai komoditi unggulan. Tanaman aren masih diolah dengan cara tradisional dan masih mengandalkan bibit dari pohon aren yang tumbuh secara alami di kebun. Tanaman aren yang paling umum dikembangkan adalah air nira yang kemudian diolah menjadi produk gula aren dan memiliki jangkauan pemasaran yang luas sehingga permintaan pasar sangat tinggi, akan tetapi hasil produksinya masih belum mampu memenuhi permintaan pasar karena kurangnya minat masyarakat untuk mau mengelolanya diakibatkan berbagai macam faktor.

Gb. 1 Nira (bahan baku gula aren)

Pengembangan industri gula aren selain dapat meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha, juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara otomatis bagi siapa saja dan mampu mengurangi tingkat pengangguran. Namun masukan ilmu dan teknologi pada industri gula aren ini masih sangat minim. Strategi pengembangan industri gula aren harus menyesuaikan dengan kekhasan dan permasalahan masing-masing industri, strategi pengembangan akan berpengaru dalam upaya menjaga daya saing dan kelangsungan usaha agar dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian keluarga.
Gb. 2 Gula aren yang baru diproses

Gb. 3. Gula aren yang siap dipasarkan


Proses pembangunan industri dengan menggunakan suatu strategi yang diarahkan guna mendongkrak proses transformasi sektor agraris menuju sektor industri melalui growth centre, sekaligus memposisikan industri sebagai leading sektor. Industri kecil dianggap mampu untuk menjadi bagian dari industri yang memiliki potensi untuk lebih dikembangkan. Industri kecil berperan dalam upaya meningkatkan jumlah pendapatan, memperluas kesempatan kerja, adanya peluang dalam kesempatan membangun usaha dan mengatasi masalah kemiskinan. Beberapa alasan kuat yang menjadi dasar dari pentingnya peran industri kecil dan industri rumah tangga dalam kegiatan perekonomian masyarakat, antara lain: 
1)      Sebagian besar industri kecil dan industri rumah tangga berada di pedesaan, jika ada kondisi nyata bahwa luas lahan pertanian  berkurang,  industri kecil dan industri rumah tangga  di  pedesaan dapat menerima pekerja dari daerah yang sama. 
2)       Kegiatan industri kecil dan industri rumah tangga menggunakan bahan baku yang diperoleh dari sumber daya lokal, sehingga mengurangi biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi 
3)      Dengan tingkat pendapatan yang cenderung rendah serta harga produk dari industri kecil dan industri rumah tangga yang relatif murah, maka akan dapat memberikan peluang untuk tetap bertahan. 
4)   Industri kecil dan industri rumah tangga tetap memiliki permintaan yang berasal dari konsumen terhadap produk yang diproduksi tidak secara besar-besaran.

Ruang lingkup pemasaran dalam memasarkan produk gula aren oleh para pengrajin gula aren di Desa Wonosobo adalah pasar Lorok, Pasar Sudimoro, pasar Tulakan hingga ke beberapa pasar di Kabupaten Ponorogo. Pada pasar di Desa Slahung Ponorogo terdapat produsen dan konsumen dalam jumlah cukup banyak dan keduanya bebas keluar masuk pasar. Barang yang dijualpun bersifat homogen, salah satunya adalah produk gula aren. Selain produk gula aren yang diproduksi oleh pengrajin dari Desa Wonosobo, terdapat pula produk gula aren yang merupakan hasil produksi dari desa lain seperti Desa Wonokarto, Wonoasri dan Desa Nogosari Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan.

Kerangka Konseptual

Industri gula aren di Desa Wonosobo menjadi suatu sektor potensial dalam memperbaiki ekonomi masyarakat. Dalam mengembangkan industri gula aren di Desa Wonosobo perlu dilakukan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dengan tujuan mengetahui strategi seperti apa yang dapat digunakan dalam pengembangan industri gula aren di Desa Wonosobo. Untuk mempermudah dalam menggambarkan kerangka pemikiran, dibuatlah sebuah skema dengan harapan dapat memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap potensi usaha gula aren agar lebih jelas dan terarah.

Penjelasan strategi pengembangan industri kecil gula aren yang perlu diperhatikan di Desa Wonosobo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan yaitu:

  1. Kekuatan : Kekuatan yaitu mencakup kekuatan internal yang mendorong pengembangan usaha. Kekuatan yang dimiliki oleh pengrajin gula aren di Wonosobo  diantaranya yaitu:

-          Ketersediaan bahan baku

-          Cita rasa

-          Mutu dan kualitas terjaga

-          Pemasaran tidak sulit

-          Harga

-          Hubungan dengan pemasok baik 

  1. Kelemahan : Kelemahan mencakup kelemahan internal yang dapat berpengaruh terhadap pengembangan industri gula aren. Kelemahan internal pada industri gula aren di Desa Wonosobo meliputi :

-          Tenaga kerja keluarga

-          Sistem produksi sederhana

-          Bahan baku produksi bersifat musiman

-          Kurangnya promosi

-          Penanganan bahan kurang optimal

  1. Peluang : Peluang dapat dimanfaatkan oleh industri kecil untuk meningkatkan usaha. Peluang yang dimiliki oleh industri terdiri dari:

-          Meningkatkan kondisi perekonomian masyarakat

-          Permintaan konsumen yang cenderung meningkat

-          Potensi pasar cukup besar

-          Ketersediaan lahan dan bahan baku

-          Membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar

  1. Ancaman : Ancaman merupakan faktor eksternal yang dapat menghambat kelancaran pengembangan usaha. Ancaman yang dihadapi oleh industri kecil gula aren di Desa Wonosobo yaitu :

-          Kurangnya bimbingan dan pembinaan usaha intensif dari pemerintah daerah

-          Pengaruh musim

-          Penurunan jumlah produksi

-          Munculnya pesaing dengan mutu produksi dan daya jangkau pemasaran luas

-      Adanya produk yang sama di daerah lain


Gb. 4 Bentuk gula aren yang dimodifikasi 

    
Gb. 5 Kemasan yang diperbarui

Dengan mengamati beberapa faktor tersebut diatas sangat diperlukan pendampingan dari Penyuluh Kehutanan setempat untuk mengadakan pendampingan dan sosialisasi bagi pengembangan usaha gula aren di Desa Wonosobo dan sekitarnya. Upaya ini sangat penting dilaksanakan agar dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat serta menjaga kelestarian hutan dan lahan.





SALAM LESTARI....
HUTAN LESTARI MASYARAKAT SEJAHTERA....💪💪👍

Rabu, 29 Maret 2023

PERINGATAN HARI DESA ASRI NUSANTARA DI KECAMATAN NGADIROJO KABUPATEN PACITAN PROVINSI JAWA TIMUR

Hari Desa ASRI Nusantara adalah hari yang ditetapkan oleh Kementerian Desa PDTT melalui Keputusan Menteri Desa PDTT Nomor 110 Tahun 2022 tentang Hari Desa, untuk mengingatkan kita tentang pentingya lingkungan desa yang ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah)

Sebagai tindak lanjut surat dari Direktorat jenderal Pembangunan Desa dan Pedesaan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 39/PDP.02.04/II/2023 tanggal 17 Februari 2023 perihal Surat Himbauan Gerakan Penanaman Pohon Serentak di Desa di seluruh Indonesia serta dalam rangka mendukung Hari Asri Desa Nusantara Dengan Tema "Desa Menghijaukan Dunia" tujuan peringatan ini adalah meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perubahan iklim, mewujudkan desa asri yang bersih, hijau dan jauh dari pencemaran lingkungan serta mengurangi risiko bencana di Desa. Peringatan Hari Desa ASRI Nusantara memiliki beberapa tujuan, yakni:

  1. Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap perubahan iklim
  2. Mewujudkan desa Asri yang bersih, hijau, dan jauh dari pencemaran lingkungan
  3. Mengurangi resiko bencana di desa

Sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan Aksi penanaman pohon serentak pada Rabu 15 Maret 2023 diselenggarakan di Telaga Klathak Desa Hadiluwih, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Diikuti oleh segenap Forkopimca Kecamatan Ngadirojo sekaligus mengingatkan kepada kita tentang pentingnya lingkungan Desa yang Asri. Untuk menuju Desa Asri diupayakan dengan menjaga kelestarian alam terutama pepohonan, yang banyak mempunyai fungsi, baik fungsi ekologi maupun fungsi ekonomi

Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan Wilayah Kerja Kabupaten Pacitan dalam hal ini turut pula memberikan kontribusi berupa bibit-bibit tanaman konservasi seperti bibit Trembesi, bibit Beringin, bibit Alpukat dan bibit Jambu Biji. Bibit tanaman konservasi tersebut diserahteimakan kepada pihak Kecamatan Ngadirojo yang diwakili oleh petugas Penyuluh Kehutanan setempat.

Penyerahan bibit tanaman kepada Forkopimcam Kecamatan Ngadirojo

Kegiatan penanaman pohon ini satu nafas dengan tujuan Dinas kehutanan dalam rangka perbaikan lingkungan hidup, peningkatan taraf perekonomian masyarakat desa serta terciptanya kualitas lingkungan yang lebih baik, mengingat kabupaten Pacitan memiliki topografi yang cukup beragam dimana setiap musim penghujan masih kerap dilanda bencana alam.

Pencanangan Desa Asri Nusantara seperti ini sekaligus merupakan satu rangkaian dengan peringatan Hari Bhakti Rimbawan yang selalu diperingati setiap tahunnya. Keterlibatan masyarakat tentunya senantiasa ditumbuhkan melalui upaya-upaya pembibitan tanaman kayu maupun buah-buahan baik dilaksanakan secara swadaya maupun pendanaan dari pihak desa melalui bimbingan teknis petugas Penyuluh Kehutanan setempat.



Kegiatan Penanaman pohon di Telaga Klathak Desa Hadiluwih Kecamatan Ngadirojo



Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera.....💚💚💚

Jumat, 17 Februari 2023

UPAYA MENDUKUNG RINTISAN DESA WISATA DENGAN PENANAMAN BIBIT TANAMAN PRODUKTIF DI PANTAI TEBAN DESA SIDOMULYO BERSAMA KTH WANA MULIA IX

 


    Desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional, karena memasok hampir seluruh kebutuhan pangan nasional. Demikian pula, desa memasok kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar di kota. Namun kehidupan di desa saat ini belum berkembang sebagaimana mestinya. Banyak penduduk desa tak lagi tertarik untuk bekerja di perdesaan.
    Desa wisata adalah komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung dibawah sebuah pengelolaan dan memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama dengan menyesuaikan keterampilan individual berbeda.  Desa wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian kami dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata diwilayah masing-masing desa.
    Masyarakat di sebuah desa wisata memegang peranan penting sebagai subyek pelaku kegiatan-kegiatan pengembangan yang dilakukan di desa wisata dan bukan sebagai “tuan rumah yang pasif”. Pariwisata berbasis masyarakat merupakan sebuah pendekatan pemberdayaan masyarakat antara lain melalui penataan kembali lingkungan yang asri dan nyaman yang disukai wisatawan sehingga diperoleh manfaat ganda yaitu  terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan lestarinya lingkungan desa sebagai hunian bersih, sehat, dan humanis. keadaan yang aman dan tertib sekaligus  kesadaran masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan melalui pembangunan kepariwisataan di desa wisata. Makin beragamnya pilihan keinginan wisatawan, kesadaran akan pelestarian lingkungan, isu pemanasan global, menjadikan para pelaku pariwisata melirik pada konsep back to nature (kembali ke alam).
    Untuk menumbuhkan minat pengunjung, sangat dibutuhkan  keterlibatan partisipasi aktif masyarakat lokal agar terjamin keberlangsungan kegiatan pariwisata di desa wisata. Dengan demikian konsep desa wisata yang menawarkan harapan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat lokal, dengan cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat serta mendorong  pelibatan masyarakat dalam setiap kegiatan yang ditujukan kepada pengunjung desa wisata.
    Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo berpartisipasi dalam mendukung pengembangan Desa Wisata dengan salah satunya menyalurkan sejumlah bibit tanaman produktif secara gratis kepada pemerintah Desa Sidomulyo melalui Kelompok Tani Hutannya Penanaman bibit tanaman produktif di sepanjang jalan menuju Pantai Teban Sidomulyo dilaksanakan oleh anggota KTH Wana Mulia IX.
    Dalam upayanya merehabilitasi hutan dan lahan diharapkan dapat memulihkan, mempertahankan sekaligus meningkatkan fungsi hutan dan lahan berupa peningkatan produktifitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan dengan penanaman bibit produktif kali ini.
    Kesesuaian lahan dan pemilihan jenis bibit tanaman produktif sangat perlu diperhatikan, karena dapat memberikan hasil tanaman yang diharapkan. Selaain itu tanaman yang tumbuh dapat terus dilestarikan untuk memperkaya plasma nutfah tanaman buah yang berada di lokasi tersebut, sekaligus mempertahankan kelestarian tanah dan air.
    Penerima kegiatan penanaman bibit tanaman produktif saat ini, yaitu KTH Wana Mulia IX berkomitmen untuk menjaga tanaman bibit produktif tersebut dengan baik, dan bersedia menyulam kembali tanaman yang mati dengan berkordinasi dengan pemerintah Desa Sidomulyo.
    Penanaman jalur wisata Pantai Teban seluas + 10 ha ini terdiri dari beberapa macam jenis yang merupakan bibit tanaman yang diusulkan oleh anggota KTH Wana Mulia IX, diantaranya : Alpukat sebanyak 600 batang, jeruk Pamelo sebanyak 200 batang dan Nangka sebanyak 500 batang.

    Sebagai kegiatan percontohan, penanaman ini dipusatkan pada tanah milik desa, dengan biaya pengelolaan dari desa. Selanjutnya masih terdapat beberapa lahan di lokasi lain yang masih merupakan tanah kas desa yang perlu mendapat perhatian selanjutnya untuk kembali ditanami bibit tanaman produktif tersebut.
    Dalam upayanya membangun rintisan Desa Wisata kali ini Desa Sidomulyo senantiasa mengharapkan bimbingan dan kordinasi dengan Dinas Kehutanan dalam hal ini adalah Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan, untuk memperoleh akses bibit yang berkualitas. Selain itu juga berupaya membuat persemaian-persemaian bibit lokal dengan menggandeng Penyuluh Kehutanan Setempat.
    



    Harapan selanjutnya adalah meningkatnya kesadaran masyarakat Desa Sidomulyo untuk lebih mengoptimalkan lahan dengan penanaman bibit tanaman produktif, karena selain dapat dimanfaatkan hasil panennya, kelestarian alam sekitarnya, sekaligus dapat dijadikan sebagai rintisan Desa Wisata.


Salam lestari...💚

Sabtu, 28 Januari 2023

Meningkatkan Usaha Kelompok Dengan Konsep Pemasaran Modern

 Upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah dengan mengupayakan dan mengkreasikan sumberdaya yang ada di sekitar kita. Desa Wonosobo masih memegang teguh kearifan lokal dalam upaya pelestarian hutan dan hasil hutan lainnya. 

Tanaman aren masih cukup banyak di daerah ini, namun pengrajin gula aren yang ada di desa tersebut terancam semakin hilang, hal ini dikarenakan generasi muda sudah mulai tidak tertarik untuk mengelola usaha pembuatan dan pemasaran gula aren secara modern

Berikut ini beberapa konsep modern yang bisa dijalankan untuk memulai usaha pembuatan gula aren maupun usaha lainnya yg diminati untuk dikembangkan

1. Konsep Produksi

Konsep produksi adalah bahwa konsumen akan menyukai/menggunakan produk yang tersedia di mana mana dengan harga yang murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan menggunakan segala upaya untuk mencapai efisiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Dalam hal ini tugas manajemen produksi adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen sudah mengenal dan sesuai dengan daya beli konsumen


 

2. Konsep Produk

Konsep produk adalah bahwa produk yang akan dipasarkan harus  memenuhi standar kualitas mutu produk, kemasan dan ciri ciri yang menonjol/terbaik


 3. Konsep Menjual / Market

Konsep penjualan adalah melaksanakan proses promosi produk yang dilakukan secara memperbaiki kemasan dan mutu serfta upaya agresif dan masif. selain itu perlu menyiapkan brand/ merek tersendiri agar nantinya mudah dikenali oleh konsumen. kualitas mutu produk juga harus tetap diperhatikan. Bisa juga menambahkan komposisi dan manfaat agar konsumen dapan memperoleh informasi tentang sebuah produk


 4. Konsep Membangun usaha bersama

Untuk memperoleh informasi dan memulai usaha dalam skala yang lebih besar tentunya memerlukan modal usaha. modal bisa didapat dari perseorangan. Namun disini ditekankan untuk dapat menjalankan usaha secara bersama sama sehingga akan memberikan dampak yang cukup efektif dalam peningkatan taraf perekonomian masyarakat Kelompok Tani Hutan


 

 Salam Lestari, Hutan Lestari mmasyarakat Sejahtera


 


Jumat, 25 November 2022

ABRASI, DAMPAK DAN CARA MENCEGAHNYA

Pengertian

Bencana akibat abrasi diketahui telah melanda pesisir Pantai Soge, Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada Senin (21/11/2022). Meskipun tidak ada korban jiwa karena abrasi tersebut, namun sejumlah pertokoan di lokasi rest area Pantai Soge, sebuah bangunan loket masuk rusak parah hingga hanyut tergerus air laut. Panjang pantai sekitar 1 km yang sudah ditanami tanaman cemara udang, ketapang dll juga hanyut roboh tersapu ombak air laut. Penampakkan ini sangat jelas terlihat ketika kita melintasi Jalur Lintas Selatan yang menghubungkan Kecamatan Sudimoro dan Ngadirojo menuju ke kota Pacitan

Abrasi pantai yang terjadi pada tahun ini merupakan kejadian yang tergolong cukup besar menimbulkan dampak karena selain perubahan arah angin dan pasang surut air laut, juga adanya curah hujan yang cukup intens yang menyebabkan pendangkalan daerah muara sungai yang terhubung langsung dengan laut, yang membawa banyak sedimen akibat banjir dari daerah hulu. Oleh karena itu pada artikel kali ini akan kita bahas mengenai abrasi, dampak dan cara mencegahnya  

Abrasi merupakan suatu peristiwa pengikisan tanah yang disebabkan oleh gelombang air laut serta adanya pasang surut air laut. Baik itu, gelombang air laut atau pasang surut air laut, kedua-duanya sama-sama memiliki sifat merusak. Oleh karena itu, tanah pada garis pantai akan rusak jika secara terus menerus terkena gelombang air laut dan pasang surut air laut.


A.    Faktor-Faktor Penyebab Abrasi

Proses terjadinya abrasi atau penyebab abrasi dibagi menjadi dua, yaitu faktor alam dan faktor manusia. Berikut beberapa kondisi abrasi yang diakibatkan oleh faktor alam diantaranya;

a.      Arus air laut

Dalam hal ini, arus air laut dapat diartikan sebagai gelombang laut atau ombak yang secara terus menerus akan merusak pesisir pantai, sehingga garis pantai akan semakin menyusut atau berkurang. Gelombang laut atau ombak ini bisa muncul karena adanya perbedaan konsentrasi yang ada di dalam perairan laut dan adanya sirkulasi udara. Dengan kedua hal tersebut, ombak atau gelombang laut bisa mencapai pesisir pantai. Jika gelombang laut semakin besar kekuatannya, maka batuan sedimen pada pantai akan cepat pecah. Selain itu, semakin kuat gelombang laut akan membawa pasir pantai dan juga material pantai lainnya masuk ke dalam lautan. Karena hal itulah, pengikisan pantai karena abrasi perlahan-lahan semakin besar.

b.      Pasang surut air laut

Selain faktor arus air laut, terjadinya abrasi disebabkan juga oleh pasang surut air laut. Pasang surut air laut ini tidak akan bisa dihindari. Dengan kata lain, pasang surut air laut pasti terjadi, sehingga kerusakan pesisir pantai tidak dapat dihindari. Meskipun tidak dapat dihindari, tetapi abrasi karena pasang surut air laut, kerusakannya dapat diminimalisir. Pasang surut air laut terjadi karena pergerakan gravitasi bumi dan bulan yang mengelilingi bumi. Terjadinya pasang surut air laut akan membuat perubahan pantai setiap harinya karena dapat membawa material-material pantai ke dalam laut, sehingga akan ada banyak material pantai yang hilang dan menyebabkan terjadinya abrasi pantai.

c.       Perubahan iklim

Penyebab abrasi yang berasal dari faktor alam selanjutnya adalah perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi saat ini bisa dibilang cukup parah karena tidak menentu, sehingga sulit diprediksi. Perubahan iklim ini yang tidak normal ini bisa meningkatkan permukaan air laut, sehingga bisa merendam daerah pesisir pantai. Pesisir pantai yang tadinya luas, semakin lama akan semakin kecil karena adanya abrasi.

d.      Badai

Badai merupakan salah satu penyebab terjadinya abrasi pantai. Jika sudah terjadi badai di daerah pantai, maka pengikisan tanah juga semakin besar. Bahkan, bada bisa membawa material pantai dalam jumlah yang cukup banyak. Badai yang semakin besar akan menyebabkan abrasi pantai yang semakin besar dan semakin parah juga.

Bukan hanya dari faktor alam saja, abrasi pantai dapat terjadi, tetapi bisa juga terjadi karena adanya faktor manusia, diantaranya :

  1. Eksploitasi Sumber Daya Laut

Eksploitasi sumber daya laut bisa menjadi penyebab abrasi terjadi. Hal ini dikarenakan ketika ada gelombang laut, tidak ada penghalangnya, sehingga langsung mengarah ke pantai. Selain itu, eksploitasi sumber daya laut bisa juga merusak ekosistem air laut, sehingga ikan biota laut, dan terumbu karang menjadi tidak bisa berkembang dengan maksimal.

  1. Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan salah satu penyebab terjadinya abrasi karena perilaku manusia. Terjadinya pemanasan global disebabkan oleh perilaku buruk manusia yang membuat panas bumi tidak bisa kembali ke atmosfer, sehingga suhu panas bumi mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Adapun penyebab pemanasan global, seperti menggunakan kendaraan bermotor, pembakaran hutan secara berlebihan, pabrik-pabrik industri, dan sebagainya.

  1. Penambangan Pasir Laut Dalam Skala Besar

Penyebab terjadinya abrasi pantai yang ketiga yang berasal dari perilaku manusia adalah penambangan pasir dalam skala yang besar. Pasir pantai yang diambil secara besar-besaran akan membuat pasir pantai berkurang sangat cepat, sehingga gelombang laut akan mudah menghantam daerah pesisir pantai.

B.     Dampak Abrasi Air Laut

Setelah kita mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya abrasi, kita juga  perlu mengetahui dampak dampak dari terjadinya abrasi diantaranya yaitu :

  1. Habitat Flora Dan Fauna Semakin Menghilang

Jika abrasi terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka perlahan-lahan habitat flora dan fauna laut akan menghilang. Hilangnya habitat flora dan fauna laut membuat sumber daya laut menjadi berkurang juga, sehingga penduduk sekitar akan sulit merasakan manfaat sumber daya laut. Selain itu, habitat flora dan fauna laut perlahan hilang bisa merusak ekosistem laut.

  1. Rusaknya Hutan Bakau

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa hutan bakau dapat menangkal air laut, sehingga abrasi dapat dicegah. Akan tetapi, hutan bakau akan rusak atau bahkan hancur apabila abrasi dalam skala besar terus saja terjadi. Terlebih lagi, ketika sudah memasuki musim badai, maka hutan bakau akan semakin sulit menahan gelombang laut.

  1. Penyusutan Garis Pantai

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa abrasi akan membawa material pantai ke dalam laut, sehingga garis pantai akan menyusut. Jika area pantai semakin menyusut, maka tempat untuk nelayan parkir perahunya akan semakin sedikit, sehingga akan sulit untuk menyimpan perahu di tepi pantai. Selain itu, keindahan pantai bisa berkurang karena terjadinya abrasi yang cukup besar.



C.     Upaya-Upaya Pencegahan Abrasi

Peristiwa abrasi sebenarnya pasti terjadi, tetapi bukan berarti kita tidak ada upaya-upaya untuk mencegahnya. Berikut ini, cara mencegah abrasi pantai :

  1. Larangan Penambangan Pasir Laut

Menambang pasir bisa menjadi salah satu penyebab abrasi. Oleh karena itu, perlu dibuat larangan menambang pasir. Dengan adanya larangan ini, maka pasir-pasir pantai akan terus ada dan tidak mudah habis, sehingga abrasi atau pengikisan pantai pun dapat dicegah atau diminimalisir.

  1. Pemeliharaan Terumbu Karang

Abrasi pantai ini harus dicegah agar kelestarian lingkungan di sekitar pantai tetap terjaga dan penduduk pun tetap bisa merasakan manfaat pantai. Salah satu cara untuk mencegah abrasi adalah dengan menanam tumbuhan bakau. Tanaman ini mampu mencegah gelombang laut dan masih memiliki manfaat lainnya. Meningkatkan pemeliharaan terumbu karang bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi. Hal ini dikarenakan terumbu karang yang semakin terawat dan semakin banyak akan mengurangi kekuatan gelombang laut.

  1. Menanam Tanaman Bakau

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa tumbuhan bakau bisa menjadi tumbuhan pencegah abrasi. Dengan adanya tumbuhan bakau, maka gelombang laut atau ombak akan pecah sebelum tiba di pantai. Oleh sebab itu, di beberapa area dekat pantai, kita akan menemukan hutan bakau yang bertujuan untuk menahan dan memecah gelombang laut.



Kesimpulan

Terjadinya abrasi ini bisa memberikan dampak kerusakan pada pesisir pantai, sehingga ekosistem dan lingkungan pesisir pantai menjadi rusak, bahkan aktivitas penduduk sekitar menjadi tidak maksimal dan sulit mencari pendapatan. Hal ini dikarenakan sumber daya laut menjadi berkurang secara cepat dan pesisir pantai menjadi tidak indah, sehingga jarang didatangi oleh turis domestik atau turis mancanegara.

Maka dari itu, sudah seharusnya kita untuk mencegah terjadinya abrasi laut yang disebabkan oleh manusia. Sementara itu, kita juga berperan dalam meminimalisir kerusakan yang disebabkan karena abrasi dari faktor alam. Dengan begitu, pesisir pantai tetap menjadi indah dan sumber daya laut tetap ada, sehingga perekonomian penduduk sekitar bisa mengalami peningkatan.


SALAM LESTARI.......

Jumat, 11 November 2022

KENALI PENYEBAB BANJIR DAN TANAH LONGSOR SERTA UPAYA PENANGGULANGANNYA


      Bencana tanah longsor dan banjir masih menjadi ancaman pada musim penghujan kali ini. Intensitas curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Kabupaten Pacitan, memberikan dampak bencana yang cukup merata di beberapa wilayah di sekitarnya. Dari wilayah yang merupakan perbukitan hingga wilayah pesisir pantai di beberapa tempat . Beberapa desa di wilayah Kecamatan Ngadirojo yang memiliki kelerengan yang cukup terjal hingga beberapa desa yang tergolong dataran rendah juga ikut terdampak banjir akibat hujan yang terjadi terus menerus selama beberapa hari lalu.

    Tebing tanah longsor hingga jembatan yang putus  terbawa arus air juga terjadi di Desa Wonodadi Kulon dan Desa Cangkring. Di wilayah Desa Nogosari, jalan raya yang menghubungkan desa  Cangkring menuju Desa Wonokarto dan sekitarnya juga sempat tertutup timbunan longsor.

    Mengamati fenomena longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Ngadirojo kali ini dapat dikategorikan sebagai bencana tahunan yang kerap terjadi di setiap musim penghujan. Namun pada tahun ini nampaknya sebaran bencana tanah longsor dan banjir masih merupakan sebuah ancaman yang cukup serius meskipun upaya  penanaman lahan oleh warga masyarakat bersama Cabang Dinas Kehutanan wilayah Pacitan juga tidak pernah surut.

Untuk memahami fenomena bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, ada baiknya kita juga mengetahui mengenai pengertian, penyebab hingga upaya-upaya penanngulangannya

Pengertian Banjir dan Tanah Longsor

Banjir merupakan peristiwa ketika air menggenangi suatu wilayah yang biasanya tidak digenangi air dalam jangka waktu tertentu. Banjir biasanya terjadi ketika hujan turun terus menerus dan mengakibatkan meluapnya aliran sungai.

Tanah longsor adalah salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng. Bencana ini biasanya terjadi sangat cepat dan menyulitkan evakuasi. Material longsor bisa menimbun apa saja di jalur longsoran dan berisiko menelan korban jiwa.

Penyebab Terjadinya Banjir dan Tanah Longsor

  1. Penyebab Banjir

Banjir bisa disebabkan oleh faktor alam maupun ulah manusia, berikut ini adalah faktor-faktor penyebab terjadinya banjir :

-          Curah hujan yang tinggi

-          Debit air hujan melebihi daya tampung sungai

-          Berkurangnya resapan akibat alih fungsi lahan

-          Kebiasaan membuang sampah sembarangan

-          Pendirian bangunan di bantaran sungai



  1. Penyebab Tanah Longsor

Gerakan massa tanah dan batuan akibat terganggunya kestabilan atau batuan penyusun lereng bisa terjadi karena faktor :

-          Curah hujan yang tinggi

-          Tingkat kelerengan yang ekstrim

-          Struktur tanah yang tidak solid

-          Terjadi pengikisan tanah atau erosi akibat air hujan

-          Berkurangnya vegetasi di atasnya yang berfungsi sebagai penahan tanah

-          Getaran, semisal getaran yang diakibatkan dari gemba bumi dan pergeseran lempeng bumi, maupun getaran yang diakibatkan faktor mekanis lainnya.

Banjir dan tanah longsor tentunya sangat merugikan bagi manusia dan keseimbangan lain di atasnya. Berikut ini adalah dampak yeng diakibatkan oleh bencana banjir dan tanah longsor, diantaranya :

a.      Dampak banjir bagi manusia

-          Kerusakan lingkungan dan ekosistem

-          Kerusakan pada area persawahan

-          Melumpuhkan aktifitas transportasi hingga sektor ekonomi

-          Menurunnya tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai dampak terjangkitnya beberapa penyakit akibat banjir

-          Beresiko menghanyutkan manusia, hewan dan tumbuhan di sekitarnya

-          Beresiko merusak sarana dan prasarana yang sudah terbangun selama ini

b.      Dampak Tanah Longsor

-          Kerusakan lingkungan dan ekosistem

-          Resiko korban jiwa dan harta benda karena tempo yang sangat cepat dan mendadak

-          Tertimbunnya bangunan-bangunan di bawahnya

-          Lumpuhnya aktifitas transportasi

Setelah kita mengetahui faktor penyebab dan dampak yang diakibatkan dari bencana banjir dan tanah longsor, selanjutnya kita perlu juga mengetahui cara penanggulangannya. Cara penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor diantaranya :

  1. Mengoptimalkan fungsi sungai dan selokan untuk menampung dan mengalirkan air. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan sungai dan selokan dari sampah agar tidak tersumbat.
  2. Melakukan penanaman pohon/reboisasi, pemilihan jenis tanaman yang dapat menyerap sekaligus menahan air dengan baik
  3. Memperbanyak atau mengembalikan ketersediaan lahan resapan
  4. Tidak membangun rumah dan bangunan lain di bantaran-bantaran sungai
  5. Menghindari penebangan liar. Setelah melakukan penebangan pohon hendaknya kembali lahan ditanami kembali

Berikutnya adalah cara menanggulangi kelongsoran tanah/lahan, yaitu :

  1. Menghindari pembangunan pemukiman di lokasi lereng karena rawan terjadi tanah longsor
  2. Mengurangi keterjalan lereng dengan pengolahan lahan secara terasering
  3. Memperbaiki drainase untuk menyalurkan air secara baik
  4. Menanam pohon dengan perakaran yang kuat
  5. Relokasi daerah yang rawan longsor

Setelah kita mengetahui penyebab, dampak hingga upaya-upaya dalam penanggulangannya tentu upaya kita selanjutnya adalah melakukan upaya-upaya konservasi yang dapat kita lakukan di lingkungan kita dalam skala kecil, selanjutnya terus mensosialisasikan dalam kegiatan penyuluhan kepada masyarakat baik secara perorangan maupun dalam kelompok-kelompok besar maupun instansi-instansi pemerintah maupun lembaga swasta di manapun.

 

 

SALAM LESTARI.......

Jumat, 21 Oktober 2022

KEMASAN YANG BAIK PENAMBAH NILAI JUAL GULA AREN

 Sekilas pohon aren sebagai penghasil gula aren

Masyarakat pada umumnya sudah sejak lama mengenal pohon aren. Hampir sebagian produk tanaman ini dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis.Bagian-bagian fisik pohon aren yang dimanfaatkan, misalnya akar (untuk obat tradisional), batang (untuk berbagai peralatan dan tepung), ijuk (untuk keperluan bangunan bagian atap), daun (khususnya daun muda untuk pembungkus dan merokok), demikian pula dengan hasil produksinya seperti buah dan nira dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan minuman.

Pohon aren

Tanaman aren hampir mirip pohon kelapa. Perbedaannya, jika pohon kelapa batang pohonnya bersih (pelepah daun yang tua mudah lepas), maka batang pohon aren ini sangat kotor karena batangnya terbalut oleh ijuk, sehingga pelepah daun yang sudah tua sulit diambil atau lepas dari batangnya. Oleh karena itulah, batang pohon aren sering ditumbuhi banyak tanaman jenis paku-pakuan.

Tanaman aren tidak membutuhkan kondisi tanah yang khusus, sehingga dapat tumbuh pada tanah-tanah liat, dan berpasir, tetapi aren tidak tahan pada tanah masam (pH tanah yang rendah). Aren dapat tumbuh pada ketinggian 0 – 1.400 meter di atas permukaan laut, pada berbagai agroekosistim dan mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan tumbuhnya. Namun yang paling baik pertumbuhannya pada ketinggian 500 – 700 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan lebih dari 1200-3500 mm/ tahun. Kelembaban tanah dan curah hujan yang tinggi berpengaruh dalam pembentukan mahkota daun tanaman aren. Untuk pertumbuhan dan pembuahan, tanaman aren membutuhkan suhu 20-250C. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah pegunungan, lembah-lembah, dekat aliran sungai dan banyak dijumpai di hutan.

Peluang pengembangan usaha gula aren

Wonosobo, merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan yang masih cukup banyak memiliki tanaman aren. Meski demikian upaya pembibitan aren di wilayah ini masih sangat minim. Pohon aren di sini merupakan pohon aren yang sudah cukup berumur. Adapun tumbuhan aren baru juga tumbuh secara alami di sekitar pohon induknya.

Sulaji (petani aren)

Pengrajin gula aren saat ini sudah mulai sulit dijumpai, namun demikian masih ada sedikit pengrajin gula aren yang masih setia memproduksi gula aren. Gula aren dihasilkan oleh masyarakat sekitar dengan pengolahan nira yang masih sangat sederhana. Pekerjaan ini dilakukan sebagai usaha sampingan dari kegiatan petani selain juga memelihara ternak

Pemasaran hasil kerajinan gula aren selama ini hanya dipasarkan secara lokal di pasar pasar rakyat sekitar Kecamatan Ngadirojo. Namun demikian ada juga beberapa pemesanan dari luar kota, bahkan dari wilayah timur Indonesia, Papua dan Kalimantan. Hal ini merupakan kejadian khusus yang pernah terjadi dari pemesanan sanak familinya yang berada jauh

Gula aren yang diproduksi masyarakat pengrajin setempat juga masih sangat sederhana, serupa dengan ujung mortir, yang beratnya sekitar 1 Kg lebih dan biasanya hanya diikat menggunakan lembar daun aren untuk dibawa ke pasar. Ukuran berat yang tidak seragam juga sering kita temui di beberapa pengrajin gula aren. Harga satu ikat gula aren Rp. 30.000,-. Untuk penjualan luar daerah biasanya harga menyesuaikan dengan biaya pengiriman.

Gula aren

Peluang pasar gula aren masih sangat besar, kaerena kelangkaan pohon aren dibandingkan dengan pohon kelapa, juga semakin sedikitnya pengrajin gula aren yang memproduksinya

Untuk masyarakat  modern terutama karena khasiatnya dan rasanya yang sedikit berbeda dengan jenis gula merah lainnya, karena gula aren ini sangat sulit untuk dicampur dengan unsur lainnya dalam proses produksinya

Upaya pengemasan produk untuk meningkatkan nilai jual dan peluang pasar

Desa Wonosobo memiliki perkumpulan Kelompok Tani Hutan. Kelompok ini disyahkan oleh Kepala Desa dan telah mendapatkan register dari Dinas kehutanan Propinsi Jawa Timur No Register: 35/01/11.2017/KTH/480/2014 dengan jenis usaha hutan rakyat dan masih dalam kelas KTH pemula. Petani yang tergabung dalam kelompok ini merupakan petani yang menjalankan roda perekonomiannya dari usaha pertanian hutan rakyat, dan hanya sedikit dari usaha pertanian sawah. Karena secara topografi wilayah ini merupakan daerah perbukitan.

Anggota KTH Eras Sobo 1 memiliki sekitar 15 orang pengrajin gula aren yang masih aktif membuat gula aren, meskipun kapasitas produksinya masih sangat minim. Pengambilan nira aren biasanya dilakukan saat sore hari dan diambil di pagi harinya. Banyaknya tangkai pohon nira juga mempengaruhi hasil perolehan nira yang bisa diolah di rumah, selain juga faktor musim.

Secara berkala kelompok ini melakukan konsultasi bersama Penyuluh Kehutanan setempat untuk mengakses informasi dan kegiatan terkait pembangunan bidang kehutanan di wilayah ini

Pertemuan dan pembahasan dilakukan secara intens bersama petugas setempat, hingga  akhirnya dimunculkan ide untuk mengembangkan usaha gula aren melalui pengemasan yang lebih baik

Kemasan kopi dan gula aren

Peran Penyuluh Kehutanan

Penyuluhan adalah upaya pendidikan formal/non formal kepada individu maupun kelompok masyarakat yang dilakukan secara sistematik, terencana dan terarah dalam usaha perubahan perilaku yang berkelanjutan demi tercapainya peningkatan produksi, pendapatan dan perbaikan kesejahteraan masyarakat

Penyuluhan merupakan usaha menyebarluaskan hal-hal yang baru agar masyarakat berminat dan bersedia untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari. Penyuluhan tidak lepas dari bagaimana agar sasaran penyuluhan dapat mengerti, memahami, tertarik dan atas dasar kesadarannya sendiri berusaha untuk menerapkan ide ide baru dalam perilakunya. Oleh karena itu penyuluhan membutuhkan suatu perencanaan yang matang, terarah dan berkesinambungan

Produk kemasan KTH Eras Sobo 1

Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera...👍👍










Oleh : Listiono Riadi, S.Hut
Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Pacitan








CABANG DINAS KEHUTANAN WILAYAH PACITAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KARHUTLA

     Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu persoalan lingkungan yang terus menjadi perhatian di Indonesia. Kebakaran tidak hanya me...